Sponsor

Googleplex

March 13th, 2008 by putra

http://www.crossingwallstreet.com/archives/googleplex.jpg
Mungkin beberapa dari kita bertanya-tanya seperti apa suasana di dalam kantor situs pencari terbesar di dunia ini. Nah, gambar di bawah ini menunjukkan tangga untuk masuk ke sebuah bangunan yang disebut sebagai ‘Googleplex’. Klik read more untuk melihat kantor dari perusahaan yang berpredikat sebagai ‘nomor 1 dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika’ ini!
Read the rest of this entry »

Posted in Bisnis | Comments Off

March 12th, 2008 by putra

Posted in Uncategorized | Comments Off

Kerusakan Memori Anak Dapat Diperbaiki

March 12th, 2008 by putra

TIM ilmuwan Durham University, Inggris, berpendapat bahwa sebagian anak mendapatkan nilai buruk di sekolah bukan karena malas belajar, melainkan karena kerusakan memori.

Akibat kerusakan memori, anak menjadi kesulitan mencerna informasi, entah pelajaran sejarah, atau pun aljabar. “Namun, kerusakan memori pada anak dapat diperbaiki dengan latihan memori. Sehingga potensi anak dapat ditingkatkan,” ujar ketua tim peneliti, Dr Tracey Alloway, ilmuwan Durham University.

Memori adalah ruang penyimpan informasi sementara dalam otak. Alloway mengungkapkan, memori bekerja mirip sebuah kotak penyimpan barang yang memiliki batas kapasitas penyimpanan. Anak-anak yang menderita kerusakan memori dapat dilatih untuk mengingat informasi-informasi yang relevan saja.

Sebagai contoh, ketika anak yang mengalami kerusakan memori harus belajar sejarah, anak itu tidak perlu membaca buku dari halaman pertama hingga halaman terakhir. Anak-anak yang bermemori normal mungkin bisa menyimpan informasi dari halaman pertama hingga terakhir pada buku tersebut.

Namun, anak-anak yang menderita kerusakan memori berisiko besar “tersesat” ketika baru sampai pada halaman tengah. Karena itu, anak-anak itu sebaiknya diberi buku-buku pelajaran khusus yang hanya berisi informasi paling relevan. (sindo//mbs)

Posted in Sains | Comments Off

Kendalikan Komputer dengan Mata

March 12th, 2008 by putra

Mata Anda kini dapat mengendalikan komputer, meskipun dengan kacamata. Dengan MyTobii P10, komputer dengan OS Windows bisa dikendalikan dengan mata penggunanya.

Pencipta MyTobii P10 menyebutnya sebagai alat komunikasi portable dengan kontrol mata. Alat ini terdiri dari layar selebar 15 inci, alat kontrol mata, dan komputer.

Alat cukup menarik untuk disalahgunakan bagi pengguna yang terlalu malas untuk menggerakkan badan menjangkau mouse. Namun, awalnya, ini merupakan peralatan medis yang diperuntukkan kepada user yang memiliki kelemahan atau cacat medis, seperti lumpuh, ALS, cedera serius tulang belakang, atau sklerosa ganda.

Penggunaannya, seperti dilansir Softpedia, Selasa (11/3/2008), cukup duduk di depan alat tersebut, lalu pengguna diminta mengikuti gerakan sebuah titik. Dalam durasi sekira 30 detik, alat tersebut mengidentifikasi mata anda. Setelah itu, P10 dapat digunakan secara optimal.

MyTobii P10 menjamin keakuratannya, meskipun pengguna menggunakan kacamata. Alat ini dapat mengidentifikasi gerakan bola mata penggunanya, berdasarkan warna dan kondisi cahaya. Biarpun, kepala pengguna bergerak-gerak, alat sensor tetap mendeteksi berdasarkan dua kondisi tesebut.

Alat ini dibandrol cukup mahal, sekira 15,000 euro atau kurang lebih Rp210 juta. Akan tetapi, bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya, namun kemampuannya dibatasi kelemahan medis, angka ini terbilang layak. (okezone)

Posted in Techno | Comments Off

Pengembaraan Gagasan Protestanisme Islam

March 9th, 2008 by putra

ARTIKEL ini menganalisis pemikiran keagamaan tiga intelektual Iran: Sayyid Jamâl al-Dîn al-Afghânî (1838-1897), Ali Sharî’
ati (1933-1977), dan Hashem Aghajari (1955-sekarang). Ketiganya dinilai sebagai Muslim Luther atas apresiasi mereka
yang tinggi terhadap Martin Luther dan Reformasi Protestan abad ke-16 di Eropa dan seruan mereka atas Protestanisme
Islam di Iran. Namun, artikel ini tak bermaksud membandingkan dua reformasi keagamaan di Eropa dan Iran. Ia lebih
menganalisis pengembaraan gagasan Protestanisme Islam dari Afghânî, Sharî’ati, ke Aghajari.
Read the rest of this entry »

Posted in Esai | Comments Off

« Previous Entries Next Entries »